Belajar Lagi Lagi dan Lagi

November 13th, 2007 by maeya

Belajar.
Setiap hari itu kesempatan buat belajar.
Belajar apa saja.
Selama ini konsep belajar selalu identik dengan belajar ilmu kepintaran, mulai dari belajar bahasa, belajar pengetahuan bidang tertentu, atau belajar masak, belajar menyanyi, belajar menari, dan laen-laen.
Lately, gue fikir, banyak hal yang perlu gue pelajari secara serius, yang nggak bisa didapet di lembaga pendidikan sekolah atau kursus atau apapun itu. Kalau di tempat kerja, banyak hal yang bisa gue pelajari, mulai dari techinal, sampe social skill, dan kemampuan berpikir. Dan ketika bertemu banyak orang, yang macem-macem, gue pun belajar banyak hal dari mereka.

Untuk saat ini sih gue lagi curious banget untuk belajar hal-hal baru, mulai dari belajar skill dan non skill :
Belajar untuk lebih banyak tertawa setiap harinya
Belajar untuk positif dan nggak mudah negative ngadepin situasi apapun juga
Belajar untuk menikmati hidup dengan segala kondisinya
Belajar untuk mencintai orang lain tanpa harepin imbalan balik darinya
Belajar untuk hidup sederhana…
Belajar untuk menghargai uang
Belajar untuk mengendalikan nafsu belanja dan nafsu untuk belanja yang nggak perlu
Belajar untuk lebih sabar
Belajar untuk lebih banyak diam daripada bicara yang nggak perlu
Belajar untuk nggak defensif ketika ada orang mengkritik gue dengan pedas dan tajam
Belajar untuk tersenyum dari hati
Belajar untuk tertawa ketika bangun tidur di pagi hari
Belajar untuk menyayangi dan merawat tubuh gue dengan maksimal
Belajar untuk mengungkapkan isi hati gue dengan apa adanya
Belajar untuk jujur pada hati dan diri gue sendiri
Belajar untuk menghitung berkah-berkah yang sudah pernah gue dapet
Belajar untuk selalu membayangkan hal-hal indah di pikiran ini
Belajar untuk melupakan sejenak pengalaman-pengalaman buruk yang pernah gue alami
Belajar untuk syin (percaya), gyo (melaksanakan), dan gaku (belajar)
Belajar untuk tersenyum dari hati
Belajar untuk nggak mengeluh
Belajar untuk bahas hal yang positif aja (ini ilmu dari The Secret nich)
Belajar untuk membaca mantra ketika lagi bengong
Belajar untuk lebih dekat lagi sama orang-orang yang haus kasih sayang
Belajar untuk mensyukuri harta jiwa gue (well masih bisa nafas sampai detik gue menulis ini), harta badan (kesehatan, organ-organ tubuh yang bisa gue pake sekarang dan masih berfungsi), dan harta benda (makanan, baju, rumah yang gue miliki sekarang ini). Anyway, udah ada semua ini rasanya udah cukup nggak sih.

Ada juga hal lain yang pingin gue pelajari, kali ini, skill :
Belajar bahasa Korea
Belajar film dan drama di Korea, Seoul
Belajar main teater bareng Putu Wijaya
Belajar jadi manager artis dan superstar
Belajar main sinetron/ film
Belajar S2 jurusan film dan TV di Australia
Belajar masak sup ayam arak, soto Betawi, Soto tangkar, sayur asem, puding coklat, kue coklat yang melt, pempek yang super pedas.
Belajar bikin kue coklat seperti yang buatan dapur coklat
Belajar Psikologi Positif di USA bareng Selignman
Belajar make up pengantin dan make up film
Belajar ilmu konseling lanjutan buat orang-orang stress
Belajar filsafat
Belajar tari balet
Belajar piano lanjutan dan main lagu ballade pour adeline
Belajar sanggul rambut dan gunting rambut
Belajar creative writing di Australia

Apa lagi yah?
Itu dulu deh…oh yah, yang terakhir adalah belajar untuk melakukan hal-hal yang bakal gue sesalkan kalau gue nggak coba, seperti : belajar untuk jujur sama orang yang kita sayangi dan menyatakan rasa sayang ke orang itu. Halah.

Jawaban Yang Tertunda

October 22nd, 2007 by maeya

~ Kepala pening ~

Pernahkah merasakan dada sesak, kepala nyut-nyut, lalu
melayang-layang, terhuyung-huyung, seolah siap terjatuh terkulai?

INT. – Sebuah Pusat perbelanjaan. – Tadi Siang –

Hampir saja kuterhuyung, kepala tak lagi kokoh, berat badan
pun tak lagi seimbang lagi, sekejap kuseperti tidak memiliki tubuh ini. Dimana
energi itu. Sempat terkuras dengan berbagai pertanyaan hidup.

~ Pertanyaan-pertanyaan hidup ~ Kepala semakin pening

Dan di saat kepala ini serasa mau meledak dan meletupkan
berbagai kegalauan dan pertanyaan, ku malah berhadapan dengan seorang teman
yang – entah karena angin apa – menghampiriku dengan segala pertanyaan berat
yang selama ini telah menguras energi dan perasaanku. Dia seperti seorang malaikat
yang hadir karena telah kuundang sejak lama, sejak kepeningan menemani
mimpi-mimpiku di malam hari. Dan malaikat ini hadir untuk membantuku merapihkan
benang-benang kusut yang belum juga bisa terurai. Dia hadir untuk menjadi teman
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kusimpan sendiri dalam
kepalaku, dadaku, tanganku, coretan di kertas sembarangku. Iya, dia telah
sedikit membantuku, sekaligus menambah pertanyaan-pertanyaan baru yang
memekakkan saraf-saraf otak ini.

Buat apa sih elo beragama?

Ketika ada masalah, gue punya pegangan hidup, dan gue
mendapatkan jawaban dari masalah-masalah itu.

Dan agama bisa
memberikan semua jawaban itu?

Gue yakin bisa, kecuali hal-hal yang memang sudah tertulis
secara gamblang di kitab suci, kalau itu memang tidak ada jawabannya, dan
ujung-ujungnya akan terjawab dengan : “Inilah karma, inilah takdir, inilah
jalan hidup, ini memang sudah harus terjadi, dan sebagainya…”

Apa dengan menjalani
agama, elo pun merasa puas dengan hidup elo?

Semuanya dalam proses, dan jujur saja, kadang kala, ada
beban besar ketika menjalani semua ini, karena dimanapun gue berada, gue
membawa agama itu, dan perilaku buruk nantinya bisa merusak makna dari agama
itu.

Tapi agama tidak
seharusnya menambah beban elo?

Iya…

Nggak bener kalau
agama malah memberikan beban buat elo?

Begini, sederhana saja, seringkali orang beragama terlalu
sibuk mengurusi hal-hal besar, mencoba
membantu korban kelaparan, mencoba menolong korban perang, mencoba melakukan
aksi sosial di luaran, hingga lupa kalau ada hal kecil yang seringkali
terabaikan. Keluarga. Padahal keluarga adalah arena untuk membongkar semua
kebobrokan hati ini, dan hanya di dalam keluargalah, semua sifat asli yang
buruk ataupun baik bisa terkuak.

Tapi, seperti ada yang
mensugesti diri elo, apa bener agama hanya seperti itu saja?

Entahlah, tapi di pikiran gue, ada yang kurang, ketika di
ruang lingkup ini, gue belum bisa memberikan perubahan sederhana yang
membahagiakan orang-orang terdekat.

Nanti elo bisa
tertekan karena agama, kenapa tidak jadi diri sendiri saja apa adanya?

Bukannya nggak jadi diri sendiri, tapi… well, ini masalah
prinsip, gue malu kalau di luar bisa baik, tapi di dalam kandang sendiri malah
amburadul. Dan buat gue, ini penting sekali, ini pertapaan penting buat gue,
dan ini misi penting yang besar dalam hidup gue, susah mungkin untuk
dijelaskan. Ketika orang sibuk mengurusi politik besar di organisasi, gue lebih
memilih untuk merapihkan kondisi di keluarga gue.

Apa elo berniat
mengubah kondisi keluarga elo?

Nggak. Bukan seperti itu, tapi gue selalu belajar bahwa
keluarga adalah cerminan paling terdekat, untuk tau sudah sebersih apakah hati
ini. Bukan berarti gue merubah keluarga dan orang lain. Gue nggak bisa merubah
orang lain, gue hanya bisa merubah diri gue sendiri, supaya tidak melakukan
kesalahan-kesalahan seperti yang sudah pernah terjadi di riwayat keluarga gue.

Tetep saja, elo sedang
memaksa untuk tidak menjadi diri sendiri, Sayang…?

Yah, mungkin bisa terlihat seperti itu, tapi inilah pilihan
hidup gue, gue mencoba untuk lebih bahagia dan tenang, dan menyelesaikan
tugas-tugas kelahiran gue, nggak hanya mengejar hal-hal yang selalu saja
dikejar orang banyak. Dan gue pun pernah mengejar itu juga.

Oh ya, elo percaya
dengan kekuatan karma?

Iya, percaya. Tiap orang punya karma masing-masing, dan
punya kekuatan terpendam untuk mengatasi karmanya pada kehidupan kali ini. Gue
pernah ada contoh nyata, seorang teman lama, mamanya meninggal ketika
melahirkan dia, lalu dia giat menjalankan agama dengan harapan bisa mengatasi
karma keluarganya (meninggal di usia muda), namun ketika dia melahirkan, dia
juga meninggal. Kalau secara karma, kita mungkin bisa dengan mudah bilang, yah
kok udah beragama tapi masih bisa mati muda juga? Tapi kalau dari sisi sains,
tidak mengherankan, bisa jadi, dia memiliki kondisi tubuh dengan panggul kecil
seperti mamanya, dan ketika melahirkan pun sulit sekali untuk mengeluarkan si
bayi, seharusnya dia pun bisa menghindari karma ini, dengan memilih metode
Caesar, jangan memaksakan diri untuk melahirkan secara normal. Ini salah satu
contohnya. Dan buat gue, siapapun tidak berhak untuk menganalisa karma orang
lain. Ketika ada orang yang bertahun-bertahun religius namun belum juga robah
nasib, bukan hak kita untuk bilang ada yang salah dengan dirinya maupun dengan
hati kepercayaannya. Tidak! Karma bukan untuk digunakan untuk menganalisa orang
lain. Urus saja diri sendiri, itu sudah sangat-sangat cukup.

Ada

yah seperti itu? Jadi di mata elo kekuatan
agama bisa merubah karma dan nasib seseorang?

Yes, tapi jangan sampai salah kaprah dalam menilai karma itu
sendiri. Seperti ini, misalnya, sering kali gue mendengar ada omongan
selenting, kalau rajin berdoa, rajin berbuat baik, nanti bisa beruntung
nasibnya, bisa menikah, bisa mendapat pasangan yang sempurna (kaya, baik,
cantik/ ganteng, dsbnya), lalu kalau tidak menikah? Ah, berarti something wrong
tuh dengan apa yang selama ini dilakukannya. Dangkal sekali jika agama hanya
diukur dari berapa banyak mobil yang dimiliki seseorang, diukur dari seberapa
mewah pesta pernikahannya dengan pasangan hidupnya, dan hanya diukur dari
segala sesuatu yang kasat mata saja. Ada juga kasus, seorang wanita muda, di
usia yang belia sudah mati tertabrak motor, lalu terdengar sayup-sayup, ada
yang meragukan kekuatan agama, buat apa beragama tau-tau mati muda juga tuh.
Agama pun dipersalahkan. Bukankah setiap orang akan mati pada akhirnya? Bukan
berarti pasrah pada nasib yang ada, tapi kurang bijaksana jika hanya menilai
sesempit itu saja. Manusia lahir dengan membawa jutaan karma di kehidupan masa
lampau, buruk dan baik, dan tidak cukup jika hanya berbuat kebaikan dalam
hitungan tahunan saja, lalu bisa sekejap menjadi sempurna, dan tidak juga
bijaksana jika kita hanya memandang orang yang telah mati muda ini, telah gagal
sebagai manusia, pada kehidupan kali ini. Memang, jika bisa lahir dengan usia
panjang dan mengisi hidup dengan hal-hal bermanfaat, itu suatu rezeki besar dan
keberuntungan besar, yang tidak ternilai. Tapi bukan berarti, ketika seseorang
berhadapan dengan kematian, kita langsung menilai, ada yang salah dengan
dirinya dan caranya menjalankan agamanya. Kalaupun memang ada yang salah,
bukanlah tugas dan hak kita untuk menganalisanya. Sekali lagi, urus saja
kejelekan diri sendiri, itu sudah lebih dari cukup. Selebihnya barulah mencoba
memberikan manfaat bagi banyak orang, dengan ketulusan hati tentunya.

~ Pening sedikit berkurang ~ diskusi bersambung nanti yah…

Mengatasi kemarahan, kebencian, dendam, butuh banyak waktu,
tidak bisa hanya dalam sehari dua hari saja.

Ada

sebuah cerita, seorang pemuda diminta oleh ayahnya untuk membawa sekantong ikan
busuk seberat 1 kg. Selama seminggu lamanya, pemuda ini membawa kantong ikan
busuk ini, dengan sekuat tenaga menahan bau busuk yang semakin menggila,
menahan rasa pegal di tangannya. Entah apa maksud dari ayahnya. Lalu kembalilah
si pemuda ini kepada si ayah, dan si ayah memintanya membawa sekarung beras
seberat 10 kg, dan hanya untuk berjalan sepanjang 500 meter saja, si pemuda
dengan sekuat tenaga membawa karung beras yang berat itu. Anehnya, langkahnya
lebih cepat dibandingkan ketika dia membawa kantong seberat 1 kg itu.
Kembalilah si pemuda pada si ayah. Lalu si ayah bertanya, apakah anaknya lelah?
Si anak menggeleng, walaupun 10 kg, tapi hanya 500 meter saja, itu tidak
masalah. Mana yang lebih melelahkan : membawa kantong 1 kg selama seminggu atau
karung 10 kg dengan jarak 500 meter? Si anak pun mengakui, kantong 1 kg lebih
melelahkan, walaupun ringan, tapi tangannya tidak boleh melepaskan kantong itu
barang sedetikpun.

Kantong ikan busuk seberat 1 kg yang dibawa selama seminggu,
mirip seperti rasa benci dan marah kita karena hal sederhana, yang terus kita
bawa selama bertahun-tahun lamanya, mulai dari bangun tidur sampai kembali
tidur lagi. Tentunya melelahkan jika terus menggenggam erat kantong busuk itu,
kenapa tidak kita memilih untuk melepaskan kantong itu dan membuang jauh-jauh
aroma baunya dari hidup kita? Itulah kebencian, seringkali selama seumur hidup,
kita membawa rasa kecewa, sedih, benci, marah kepada suatu kejadian atau
orang-orang yang pernah mengecewakan kita, dan terus membawanya sepanjang hidup
kita. Perlahan bau busuk (kebencian) pun menggerogoti kebahagiaan hidup kita.

Masihkah ada orang atau peristiwa yang elo dan gue benci dan sesali
sampai saat ini?

Terima Kasih

October 3rd, 2007 by maeya

Masih ingat dengan 1000 hal yang patut disyukuri dalam hidup ini?
Sekedar review ulang lagi, supaya bisa lebih bersyukur dan menyadari indahnya kehidupan ini…
Terima kasih atas hari ini…

Terima kasih atas nyawa hari ini…

Terima kasih atas kesehatan tubuh ini…

Terima kasih atas sempurnanya bagian-bagian organ tubuh ini…

Terima kasih atas pangan, sandang, papan saat ini yang begitu berlimpah…

Terima kasih atas keluarga yang begitu menyayangi diri ini, orang tua, keluarga besar, saudara-saudara, semuanya…

Terima kasih sahabat-sahabat terbaik, orang-orang di sekitar, rekan kerja, atasan kerja, perusahaan tempat bekerja, semuanya…

Terima kasih atas pembantuku yang sudah 19 tahun di keluarga ini mengabdi…
Terima kasih atas segala kesempatan dan pengalaman berharga, mulai dari masa kecil, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja…sampai saat ini…

Terima kasih atas kesadaran untuk berterimakasih seperti sekarang ini…

Terima kasih kepada Nammyohorengekyo…

Terima kasih kepada seluruh alam semesta…

Terima kasih kepada bumi ini, semua jagad semesta…
Gan en …

Dua hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini : berbakti kepada orang tua dan berbuat kebaikan…

Terima kasih, Hidupku…

Terima kasih, Semua orang, semua benda, semua mahluk di bumi…
Dan…
Terima kasih atas pekerjaan yang menyenangkan ini…

Maafkan semua orang yang pernah kusakiti…

Terima kasih sudah pernah menjadi bagian terindah dalam perjalanan hidup ini…
Terima kasih atas segala nafas, gerakan, dan juga harapan dalam hati ini…

Impian

June 22nd, 2007 by maeya

Jakarta, 23 Juni 2007
Semakin hari di bulan ini, saya menyadari betapa passion sangat mempengaruhi hidup saya. Passion of dream. Setiap orang memiliki mimpi dan ambisi terpendam. Dari sekian banyak buku motivasi yang saya baca, saya mendapatkan inti penting yang sedikit mirip : bahwa pikiran memiliki kekuatan yang sangat besar sekali. Saya bisa menjadi apa yang saya pikirkan, yang saya bayangkan, dan yang saya harapkan. Begitu juga dengan Anda, siapapun di dunia ini. Ketika mimpi itu terus melekat dalam pikiran setiap harinya, tanpa saya sadari, alam semesta seolah mendukung saya untuk semakin mendekat dan semakin mendekat dengan apa yang saya inginkan.

Satu mimpi saya : membuat film drama yang dibintangi oleh Nicholas Saputra. Sejak ada film Ada Apa Dengan Cinta, tahun 2002, impian besar seolah dimulai. Ketika melihat sosok Nicholas Saputra, saya sudah jatuh hati luar biasa. Tatapan matanya, postur tubuhnya, karakter wajah dan suaranya, karakter Nicholas sebagai seorang lelaki muda, menjadi inspirasi yang tidak pernah hilang dari pikiran dan bayangan saya. Di masa itu saya masih kuliah dan saya masih ingat, saya rela mengantri bersama 200 antrian lain untuk bisa berfoto dengan Nicholas Saputra di salah satu studio foto di Kelapa Gading. Dan itu pun harus membayar Rp 25.000,00 dan hanya boleh bertemu 3-4 menit saja dengan Nicholas Saputra. Tahun 2003, impian saya untuk bisa bertemu dengan artis kesukaan, masih bergelora, sebuah tabloid wanita feminagroup membuka kesempatan untuk menjadi reporter magang. Dengan bermodalkan passion untuk bisa menyalurkan ambisi dan hobby saya untuk bertemu artis, saya lolos tes dan menjadi reporter magang selama 3 bulan lamanya. Dan ada satu kesempatan dimana Nicholas Saputra pentas di teater musikal di JHCC dan saya meliputnya. Rasa senang masih terasa, dag dig dug, sayangnya, saya belum berkesempatan untuk bertemu dengan dia, walau sudah menyelinap ke ruangan artis, tetapi penjagaan terlalu ketat sekali. Kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan duni artis pun saya coba lagi, tahun 2005 saya masuk ke satu stasiun televisi, dengan harapan yang sama : bisa ketemu artis yang saya suka. Benar-benar, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Waktu itu Delon sedang hot-hotnya setelah menang di Indonesian Idol dan saya jadi terobsesi untuk bisa bertemu dia, tak lama saya bekerja di stasiun ini, saya berkesempatan untuk foto dengannya di sela syutingnya sebagai bintang tamu Ceriwis.

Untuk sekarang. Impian untuk menulis film, buku, dan karya-karya indah masih terukir terus setiap harinya. Saya mendengar lagu puisi Cahaya Bulan yang merupakan soundtrack film GIE yang dibintangi oleh Nicholas Saputra (2005), hampir 20 kali setiap harinya. Tidak juga bosan. Yang ada, saya semakin dekat dengan Nicholas, karena bisa mendengarkan suaranya yang begitu menggetarkan hati.

Di bulan Juni ini, saya menjadi sering bercerita kepada siapa saja yang saya temui, teman, kenalan baru, atau siapapun dia. Hey, saya segera membuat film untuk Nicholas Saputra, sebuah drama percintaan yang menyentuh dan bisa menjadi kisah legendaris seperti kisah Romeo and Juliet. Hey, saya suka banget sama Nicholas Saputra dan pingin banget suatu hari membuat film layar lebar bersama dia, dan duduk di sebelahnya untuk memberikan pengarahan adegan per adegan. Walau belum ketemu dan berkesempatan untuk wujudkan impian ini, dengan Nicholas Saputra, saya merasa senang karena menjalani proses pengejaran impian yang sedang berlangsung ini. Aming, Tora Sudiro, Ronny Dozer, saya temui ketika menonton syuting Extravaganza di Trans TV dan disana pula saya berjanji pada mereka, kalau saya kan membuat film pendek untuk mereka, yang bisa dikirim ke festival luar negri yang bergengsi. Ini bukan sekedar janji, karena saya memang tipe yang selalu menepati janji, kecuali kalau sudah mepet dan mendesak, dan kalau memang dari awal saya sudah setengah hati dan tidak niat-niat amat. Namun, untuk hal ini, saya niat banget, beneran deh, saya mau total menjadi pekerja film yang cinta dengan dunia film dan memiliki visi untuk perbaikan film di Indonesia ini. (wuih, idealisnya saya…tapi kalau mau maju, idealisme itu kan wajib hukumnya!)

Kemarin malam saya menonton pertunjukkan teater Putu Wijaya, berjudul CIPOA, dan gelora untuk wujudin ambisi bisa bermain teater, meningkat  Saya kan bergabung dalam grup teater, kemungkinan : teater Populer milik Alm. Teguh Karya, atau grup Mas Putu : teater Mandiri. Soal ini saya masih belum memutuskan, masih on the way, istilahnya. Selesai pertunjukkan saya bertemu dengan Rieke Dyah Pitaloka dan Mas Putu Wijaya, well, seperti biasa, nggak mungkin lah yah kalau saya nggak foto bareng :P. So, saya foto bareng, dan pas melihat mas Putu, wah…………terpanalah saya, ini teh sutradara legendaris yang sering dituakan dan menjadi tokoh teladan banget di dunia seni dan budaya. Terima kasih mas Putu, saya senang sekali bisa bertemu mas Putu dan walau hanya bertatap muka saja, ini menjadi inspirasi besar untuk terus berkarya dan suatu hari saya kan duduk bersama mas Putu dan bilang :”Terima kasih yah, Mas, buat ilmu-ilmunya” dan saya akan bilang ke media :”…mas Putu seperti guru dan sesepuh saya, saya belajar banyak hal dari beliau, tidak hanya sekedar film atau teater, tapi tentang hidup dan penjiwaan hidup itu sendiri..”

Ketemu produser musik  weoew…pengalaman baru lagi. Berawal dari impian sederhana, karena ada seorang pemusik yang sedang mempersiapkan albumnya, well, nggak boong, nggak muna, keren banget nih pemusik, gayanya cool, suaranya mantap bo, sedikit mirip Ariel, tapi mudah-mudahan karakternya nggak seperti Ariel. Anaknya baik dan kita bertemu karena suatu kebetulan tak disengaja. Dalam hati, saya hanya bergumam sedikit :”…wah keren nih cowo, one day kalo udah ngetop, gue mau banget jadi managernya” (bukan jadi istrinya loh :D ) and then, dari hanya sekedar hubungan antar orang asing, nggak terasa, impian dia tak lama kan terwujud, dan ada rasa senang dan puas banget dalam diri saya melihat dia senang karena impiannya tak lama lagi terwujud. Amin. Semoga segera terwujud yah. Saya pun temani dia ke studio rekaman dan disana saya baru tau loh kalau ruangan studio dingin banget-banget-banget yah. Tangan beku, tapi hati berbunga.

Soal cinta, cinta pun perlu diimpikan, menurut saya, walau sampai saat ini saya terus memandangi cinta itu. Sekilas, mungkin ini cinta yang saya idamkan dari dulu. Ada beberapa orang, yang terus mengusik pikiran, tentunya lelaki lah yah  (…shoot….) Begini saja, simplenya, ada yang terlihat begitu sempurna, ternyata tidak merespon, ada yang terlihat begitu menarik, ternyata tidak cocok dunianya dengan saya, ada yang terlihat begitu cinta dan sayang pada saya, ternyata itu hanya bualannya saja, dan ada yang begitu dingin, tapi ternyata saya suka banget gila, sama dia. Itulah penyakit manusia kalau memilih cinta. Seringkali cinta yang dipilih adalah cinta yang sulit didapat dan kadang, cinta yang rada impossible untuk terwujud. Damn.  jadi inget, di film Pride and Prejudice ada quote yang menuliskan : ”Sometimes the last person on earth you want to be with is the one person you can`t be without”

Di tulisan terakhir, yang sebelumnya, pernah saya tulis, kalau ternyata orang yang saya suka itu memang suka sama saya, dia akan baca tulisan saya di blog ini, dan mulai menerka-nerka siapa yah yang sedang saya singgung itu. Woof, cluenya jelas banget sebenernya hahahaha….seru juga yah, kalau ternyata apa yang saya pikirkan ini bisa kejadian. Kalau dia peka dan tipe yang ingat dengan apa yang pernah dia omongin, mustinya, sih, dia e-ngeh, kalau saya tuh sedang membicarakan dia, dan saya pun sedang mengharapkan dirinya. Sahabat saya bilang, ingat loh jangan hanya menunggu seseorang saja, nanti kalau misalnya nggak dapet, akan kecewa dan gendek, jadi mendingan nungguin lebih dari seseorang saja. Tokoh utama tetep dia lah yah (eh…bukan Nicholas Saputra), tapi ya itu orang yang saya suka dan sayang banget untuk sekarang ini. Mungkin, kalau ada kesempatan saya bakal terus terang deh sama dia :”oi, elo nggak pernah baca blog gue yah, kaenya, tau nggak sih, gue tuh suka banget sama elo dari dulu, tapi elonya sih nggak pernah peduli dan nggak tau deh apa sih yang bisa menarik buat elo  ”. Dia pernah mengirimkan email yang isinya quotes, dug, dalem banget isinya, ada tulisan yang isinya begini nih : ”You don`t need to tell about yourself to someone who likes you, because he doesn`t need to know, and you don`t need to tell about you to someone who doesn`t like you, because he won`t believe you either” Pas terima quotes ini, woof, saya terkejut, apa iya yah, selama ini saya sudah kebanyakan cerita tentang diri sendiri, dan dia seolah mengingatkan saya :” Oi, gue nggak suka elo, elo nggak usah deh buang-buang waktu untuk ngejar gue…” hahahahaha pesimistik banget yah saya, yah begitulah.

Anyway, beginilah kekuatan impian, dan saya sebulan ini khususnya, lebih sering tersenyum, kadang tersenyum sendiri juga di saat sedang sendirian di jalanan, dan menikmati sekali hidup dengan impian-impian dan harapan baru setiap harinya. On the way, saya sedang belajar untuk terus menuliskan 1000 hal yang saya syukuri dalam hidup ini. Kalau sudah terbiasa, saya akan menuliskan 1000 hal yang saya syukuri hari ini. Kebayang nggak kalau ada 1000 hal berkat dalam sehari, dikali dengan 365 hari, berarti ada 365000 berkat dalam setahun, lalu dikali dengan umur kita, itulah harta yang saya miliki dalam hidup ini, meski dalam bentuk nominal yang abstrak, tapi that`s true, saya beruntung dan saya kaya dan saya sudah memiliki banyak hal yang patut saya syukuri seumur hidup saya.

Sebuah Huruf T

June 20th, 2007 by maeya

Banyak makna dari sebuah huruf ”T”

Teman Tapi Tak Tahu Tanpa Terasa Tanpanya Tak Tidurlah Tubuhku Terus-terusan Tiap Tengah Temaram Teras…

Tunggu Terus Tapi Tak Terasa Tiada Tanda-tanda Tentang Tindak Tanduknya

Tak Tahukahdia Terus-terusan Ta Tulis Torehan Tinta Tersembunyi Tulus Tentangnya

”T” Telah Terus-terusan Teduhkan Teriakanku Tengahmalam Tadi

Tak Terasa Temanku Tlah Terima Tolehan Titian Terpendamku Tentang ”T”

Tertidurlah ”T” Tak Tunggu Tulisanku Tentangnya Tanpa Titik

Trust T Though T Treat This Totally Thoughtless

T Trust This Time That T Take This Tremendous Time There To The Train

Teh…Te…Tek…Teng Teng…Tes…Te…Teh…Tolong…”T” Telah Tertidur Tanpa Tunggu Tampilanku… Terlalu Tak Terdengar Teriakanmu, T…

Sebuah Huruf T

June 20th, 2007 by maeya

Banyak makna dari sebuah huruf ”T”

Teman Tapi Tak Tahu Tanpa Terasa Tanpanya Tak Tidurlah Tubuhku Terus-terusan Tiap Tengah Temaram Teras…

Tunggu Terus Tapi Tak Terasa Tiada Tanda-tanda Tentang Tindak Tanduknya

Tak Tahukahdia Terus-terusan Ta Tulis Torehan Tinta Tersembunyi Tulus Tentangnya

”T” Telah Terus-terusan Teduhkan Teriakanku Tengahmalam Tadi

Tak Terasa Temanku Tlah Terima Tolehan Titian Terpendamku Tentang ”T”

Tertidurlah ”T” Tak Tunggu Tulisanku Tentangnya Tanpa Titik

Trust T Though T Treat This Totally Thoughtless

T Trust This Time That T Take This Tremendous Time There To The Train

Teh…Te…Tek…Teng Teng…Tes…Te…Teh…Tolong…”T” Telah Tertidur Tanpa Tunggu Tampilanku… Terlalu Tak Terdengar Teriakanmu, T…

Tiga Sekaligus

June 17th, 2007 by maeya

Jakarta, 17 Juni 2007 Tiga sekaligus… Dan ini pertama kalinya terjadi… Tiga…dalam waktu yang sama… Dan tak bisa terjelaskan dengan logika kata Ada tiga hati bertaut saat ini… Padahal hanya ada satu hati… Namun tak bisa ketiga ini ditolak… Dan hanya satu yang boleh dipilih… ”Hah, jadi elo suka sama ketiga-tiganya?”, tanyanya padaku. ”Iya, nggak boleh yah?”, jawabku. ”Bukan nggak boleh, tapi…” ”Iya, sudahlah, gue tau elo mau omong apa..” Terbayang jelas, bisa berdampingan dengannya… Duduk di sebelahnya… Merasakan ketenangan hati dan gerakan tubuhnya… Dan sepertinya dialah orang yang sudah kutunggu… Jangan terburu-buru…semuanya ada waktu… Tapi kutak lagi sabar menunggu Sekian lama dalam kebimbangan pilu… Kini saatnya kubertaruh pasti… Jika memang dia orangnya… Kan kuserahkan semua hatiku untuknya… Jika dia bukanlah yang terbaik… Kan kulepaskan segenggam mimpi dan harapan ini untuknya.. Semuanya pernah ada, tersimpan di dalam hati ini… Kapankah saat itu tiba untuk aku dan dia… Pertanyaan basi dan membosankan, kata seseorang asing… Karna hanya waktu dan kesempatan yang bisa menjawab ini semua… Di tengah gelapnya malam, seorang gadis kecil terbangun gelisah Bunda, dimana aku? Aku takut sekali… Sunyi tak ada suara bergeming untuknya… Ia pun terlelap kembali dalam pelukan hangat angin malam… ”Mungkin elo anggep gue ngaco, tapi ini beneran terjadi” ”Elo penuh dengan kebimbangan, terlalu banyak pilihan” ”Gue merasa senang di dekat dia, dia punya segala yang gue impikan selama ini” ”Tapi sampai kapan, elo bermimpi tentang dia, tapi dia tak pernah hadir untuk elo” Jantung berdegup kencang di malam itu Jalanan sudah agak lenggang Terasa sayup-sayup engahan nafasnya Tenang menghanyutkan siapa saja ke mimpi baru, khususnya aku dong. Kuberdoa untuk seseorang dan semoga semesta mengirimkan doa ini padanya Aku sayang dia…Aku butuh dia…dan aku melihat dia selalu… Nyata dan tidak nyata….ada dia di kepalaku ini… Kutak ingin mengatakan padanya biar saja terjadi apa adanya… Dia tertawa renyah, matanya bercahaya… Kali pertama bisa melihat tatapan polos itu… Aneh! Jantung ini bergelegar ketika melihat sinar matanya… Mungkinkah dia yang terbaik dari sekian penantian ini? Walah Walah Walah…Sudahlah! Istirahat sono! Kebanyakan ngayhal, jadi ngawur! Kalau dia memang mau sama elo…dia akan bilang langsung ke elo. Percaya deh, daripada ngelantur nggak jelas begini! Begindang deh, kalau ternyata dia memang ada rasa sama gue… Dia baca tulisan ini…dan dia ngerasa kalau yang gue maksud tuh dia dan dia respon gue… Dia pernah cerita kalau nggak lama lagi dia mau ke benua lain, mengejar ambisi terpendam.. Dan dia pernah cerita, dia kadang menikmati kesendirian dan kebebasan di satu negri… Hai, sudah bangun? Hai, udah nyampe kantor? Hai, sudah makan siang? Hai, udah mau pulang kantor? ”Oh, musti begitu yah emangnya?” Sebenarnya sih, kagak! Ini hiperbola gue aja biar elo bingung dan tertantang… ”Oh, gue kira musti begitu kalau mau nunjukkin rasa sayang ke seseorang” Kagaklah…yang penting sih elo buktiin kalau memang ada rasa sayang itu ke dia… Jadi siapa sih dia? Lucu juga sih yah, kalau imajinasi gue nih, dia baca tulisan ini, dan tau kalau dialah yang gue maksud..Iya elo…percaya deh, gue teh sayang sama elo…:) Kyaa…..

1000 Hal Untuk Disyukuri Dalam Hidup

June 1st, 2007 by maeya

1000 hal yang patut saya syukuri dalam hidup ini :

Diriku

1. Mata indah dan normal.

2. Hidung

3. Sepasang telinga yang normal.

4. Bibir indah

5. Lidah

6. Gigi bersih

7. Rambut

8. Kulit

9. Bulu mata

10.Alis

11. Tangan

12. Jari

13. Kaki

14. Betis

15. Paha

16. Pencernaan : lambung, maag

17. Pernafasan : jantung, paru-paru

18. Tenggorokan

19. Kerongkongan

20. Kulit kepala sehat

21. Retina mata

22. Bisa lihat warna-warni

23. Payudara

24. Pusar

25. Otak besar

26. Otak kecil

27. Kuku jari

28. Sistem saraf tubuh

29. Bernafas

30. Kaki untuk berjalan

31. Dubur sehat : bisa buang air besar

32. Menstruasi rutin

33. Usus besar

34. Usus kecil

35. Usus jari-jari

36. Ginjal

37. Buang air kecil dengan lancar

38. Air mata

39. Emosi

40. Hati dan lever

41. Gendang telinga

42. Tulang ekor

43. Pinggang

44. Bentuk tubuh proporsional

45. Alat kelamin sempurna

46. Mata nggak juling

47. Kulit mulus dan bersih

48. Keringat

49. Air ludah

50. Air liur

51. Berjalan

52. Jongkok

53. Lompat

54. Berdiri

55. Duduk

56. Tertawa

57. Menangis

58. Marah

59. Tersinggung

60. Puas

61. Benci

62. Jatuh cinta

63. Sombong

64. Bangga

65. Lucu

66. Berani

67. Tenang

68. Damai

69. Ceria

70. Deg-deg an

71. Merasakan dingin

72. Merasakan panas

73. Merasakan manis

74. Merasakan asin

75. Merasakan asam

76. Merasakan pahit

77. Merasakan harum

78. Merasakan bau busuk

79. Merasakan sakitnya dicubit

80. Merasakan sentuhan/ elusan

81. Darah masih mengalir

82. Jantung masih berdegup kencang

83. Merasakan gatal

84. Merasakan perih luka

85. Merasakan dinginnya bedak menthol

86. Merasakan tonjokan atau pukulan atau benturan

87. Perut bereaksi

88. Nadi masih berdenyut

89. Bersendawa

90. Batuk

91. Merasakan angin

92. Merasakan air hujan

93. Merasakan panasnya matahari

94. Melihat silaunya matahari

95. Mencium bau air hujan

96. Mendengar suara halilintas

97. Melihat awan biru di langit

98. Merasakan dingin air mineral

99. Merasakan panasnya seduhan kopi

100. Mendengar suara kicau burung

Materi

1. Makan 2-3 kali sehari

2. Minum air sepuasnya

3. Memakai baju, celana yang nyaman

4. Sepatu dan sendal

5. Jaket di musim dingin

6. Kaos tipis di musim dingin

7. Rumah untuk berlindung dari panas dan dingin

8. Alas untuk tidur

9. Selimut untuk menahan dingin

10. Pendingin ruangan

11. Lampu/ cahaya di malam hari

12. Televisi

13. Radio

14. Komputer

15. DVD player

16. Kendaraan pribadi : mobil/ motor

17. Kendaraan umum : kereta, bus, angkot, becak, bajaj

18. Pembalut untuk mestruasi

19. Tissue untuk menyapu keringat

20. Sapu atau vacuum cleaner untuk menjaga kebersihan lingkungan

21. Telpon untuk berkomunikasi

22. Alat tulis

23. Topi untuk melindungi kepala rambut

24. Sabun untuk membersihkan tubuh

25. Shampo untuk membersihkan rambut

26. Parfum untuk mengharumkan tubuh

27. Obat untuk sakit kepala

28. Obat untuk pilek

29. Obat untuk batuk

30. Minyak angin untuk sakit kepala

31. Obat untuk sakit perut

32. Odol dan sikat gigi untuk membersihkan gigi

33. Handuk untuk mengeringkan tubuh yang basah setelah mandi

34. Sisir untuk merapihkan rambut

35. Air untuk mandi

36. Kamar mandi untuk mandi dan buang air besar/ kecil

37. Kamar tidur untuk beristirahat

38. Dapur untuk memasak

39. Perlengkapan dapur untuk memasak

40. Meja untuk makan

41. Perlengkapan untuk makan : piring, sendok, garpu, dll.

42. Buku untuk menambah pengetahuan

43. Buku diary untuk mencurahkan perasaan

44. Kamera untuk mengabadikan kenangan indah dan sedih

45. Listrik untuk menghidupkan benda elektronik

46. Lemari untuk menyimpan barang-barang pribadi

47. Bantal untuk tidur

48. Kain sepray yang nyaman untuk alas tidur

49. CD lagu yang enak didengar

50. Film bagus yang enak ditonton

51. Buah-buahan segar untuk menjaga kebugaran tubuh

52. Makanan ringan : snack

53. Coklat manis yang menenangkan pikiran

54. Sayur asem yang pedas manis sedap

55. Soto Betawi dan tangkar yang enak

56. Makanan kesukaan lain yang nikmat

57. Bioskop untuk nonton film

58. Pergi ke mall untuk jalan-jalan

59. Handphone pertama yang keren

60. Handphone kedua yang bisa kamera

61. Handphone ketiga yang modelnya lebih canggih

62. Buku komik yang lucu : Asarichan

63. Buku novel  yang mengharukan dan romantis

64. Gula

65. Garam

66. Sambal

67. Kecap

68. Minyak goreng

69. Kulkas untuk mengawetkan makanan

70. Cold chocolate yang nikmat banget

71. Permen menthol untuk menyegarkan tenggorokan

72. Rice cooker untuk masak nasi

73. Kompor untuk masak sayur

74. Micin dan penyedap masakan

75. Susu coklat yang segar

76. Bensin dan bahan bakar lainnya

77. Pembersih lantai yang harum

78. Pengharum pakaian yang menyegarkan

79. Sepeda pertama

80. Tas sekolah yang lucu dan keren

81. Boneka barbie pertama

82. Kotak musik hadiah dari seorang sahabat

83. Perhiasan : kalung, gelang, jam tangan, cincin, anting

84. Robot-robotan untuk main

85. Game nintendo yang seru di masa kecil

86. Film kartun yang lucu di masa kecil dulu

87. Pensil mekanik gambar hello kitty berwarna pink

88. Tas hadiah dari pacar

89. Sepatu boot dari kulit

90. Pita rambut dan jepitan rambut untuk mempercantik diri

91. Salon untuk merapihkan model rambut

92. Payung untuk melindungi diri dari hujan

93. Balsem hangat untuk otot yang pegal-pegal

94. Hadiah jalan-jalan ke Bali

95. Sapu tangan dengan warna yang manis dan gambar yang lucu

96. Bingkai foto dan ada foto kenangan di dalamnya

97. Obat untuk sariawan yang perih

98. Senter dan lilin untuk mati lampu

99. Uang jajan untuk beli barang kesukaan

100. Kartu ucapan ulang tahun dari orang yang menyayangi kita

Sahabat

1. Mundzir

2. Popo

3. Xenia

4. Hellena

5. Irene

6. Martalena

7. Dewi Sarini

8. Yapto

9. Awi

10. Ronni

11. Yulita

12. Ming

13. Wijan

14. Irene NSI

15. Koko CC

16. Arien

17. Lina Yuni Astuti

18. Anita Buchari

19. Aris Ananda

20. Achmad Ferizqo

21. Mira Amiranto Soenoto

22. Meyliana Pei pei

23. Kutil

24. Yuyun Junior

25. Romo Borgias

26. Deana Leo

27. Roby

28. Felicia Lie

29. Katherine Wenas

30. Emilia

31. Siu Ling

32. Hendryk

33. Ibu Sisca

34. Ibu Yuli

35. Miranti

36. Martina

37. Didi

38. Dody Sby

39. Nico Jimas

40. Huang Lao Shi

41. Ika

42. Amipus

43. Chiak

44. Hardi Lie

45. Yanto KMBUI

46. Margareth S

47. Ibu Frieda Mangunsong

48. Vitria Melle

49. Anton Boss

50. Djemi

51. Yani Afen

52. Anyi Tetangga

53. Taqi

54. Bun Heng

55. Wina Ambiono

56. Hermes

57. Liany Hermes

58. Retno creative writing

59. Evi creative writing

60. Windu Asmara Putra

61. Darman

62. Fenny

63. Lita NSI

64. William NSI

65. Haga

66. Liana

67. Lenny J

68. Herry KMBUI

69. Rizal Library

70. Sisi

71. Vilvi

72. Satria

73. Pak Ismail

74. Yani Anton

75. Yuli Rayon 1

76. Selfi

77. July NSI

78. Dessy temen SD

79. Kiki Tanzil

80. Ita Tanzil

81. Pak Kwik Ing Hao

82. Ellylian

83. Johnson

84. Pak Hanjaya

85. Jeffry NSI

86. Rexana

87. Jessica

88. Melissa Nodha

89. Wahyu Psy

90. Alex Surya

91. Rully NSI

92. Ruly cc

93. Andia, alm.

94. Veli FKM

95. Ibu Suryati, alm.

96. Ma Lao Shi

97. Riany Shanti

98. Meutia

99. Kiki Murid Sbdhis gue

100. Asep

Cinta

1. Supir yang dengan sabar menemani kita kemanapun yang kita mau

2. Supir taxi yang mengantar kita selamat sampai di tujuan

3. Pertama kali bertatapan dengan orang yang kita sayangi

4. Pertama kali pergi berdua dengan lawan jenis yang kita sukai

5. Ketika mama menggendong anaknya yang sedang sakit

6. Ketika papa menemani kita yang masih balite buang air kecil di toilet

7. Pelukan sayang

8. Berjalan berdua di sepanjang jalan

9. Ucapan sayang sebelum tidur

10. Telpon dari kekasih ketika kita sedang membutuhkan dukungan dan perhatian

11. Mama yang bangun di pagi buta untuk menyiapkan makanan untuk kita

12. Ketika kita masih disayangi walaupun sudah pernah melakukan kesalahan fatal

13. Seekor anjing yang dengan setia duduk di sebelah majikannya setiap hari

14. Seorang pembantu rumah tangga yang menidurkan anak majikannya dengan sabar

15. Mawar merah di hari valentine

16. Hadiah mungil dan sederhana di malam Natal

17. Ketika tepat jam 12 malam ada seseorang datang ke rumah kita dan membawakan kue ulang tahun

18. Ketika ada seseorang yang menemani kita yang menangis sampai reda

19. Perlindungan dari kekasih ketika kita sedang menyebrang jalan

20. Surat pernyataan rasa cinta dari seseorang kepada kita

21. Seorang polisi lalu lintas membantu nenek lanjut usia menyebrang jalan

22. Ketika ada seorang ibu guru menghibur murid TK nya yang menangis tiada henti

23. Ketika ada seseorang yang memperhatikan diri kita dari kejauhan

24. Ketika ada seseorang yang bisa melihat ada kesedihan di mata kita

25. Ketika ada seseorang yang mau menemani kita yang sedang dimusuhi banyak orang

26. Ketika seorang mama begadang untuk anak bayinya yang lapar dan gelisah

27. Ketika ada seorang suster yang memandikan pasiennya dengan penuh ketulusan

28. Kecupan di dahi dari orang yang kita sayangi

29. Doa seorang ibu untuk anaknya yang sudah lama meninggalkan rumah

30. Ungkapan maaf dari seseorang yang kita sayangi

31. Memberikan nasi bungkus kepada seorang pengemis tua

32. Menggendong seorang yang lumpuh dari kursi rodanya menuju ke kamar mandi

33. Diam-diam memasukkan sejumlah logam uang ke dalam celengan orang terdekat kita

34. Berdoa untuk perdamaian dunia

35. Mengajar membaca dan berhitung kepada anak-anak jalanan

36. Memberikan tempat duduk di kereta/ bus untuk ibu tua yang membutuhkan

37. Membantu membawakan barang bawaan seorang ibu yang sudah tua

38. Membantu mendorong mobil orang yang mogok di jalanan, tanpa pamrih

39. Seorang ibu yang dengan sabar mengajar anaknya berjalan

40. Seorang guru yang mengajarkan muridnya dengan penuh kesabaran

41. Ketika kita mengantuk dan menguap, ada seseorang yang memperhatikan dan tersenyum pada kita

42. Seorang Bapak yang menggendong anaknya erat-erat untuk melindunginya dari serangan peluru di masa perang

43. Seorang Bapak yang bekerja sebagai buruh kasar demi menghidupi anak-anaknya

44. Seorang Bapak yang menyelundup di kereta bagian mesin, mengorbankan telinganya, demi menghemat biaya tiket, sisa uangnya untuk membelikan anaknya hadiah boneka

45. Membantu seorang ibu meletakkan benda yang berat di atas bagasi kereta

46. Seorang anak yang menyisihkan uang jajannya untuk memberikannya kepada seorang pengemis di jalan

47. Bersandar di bahu kekasih yang kita sayangi

48. Seorang ibu yang menyentuh tangan dan kaki anak bayinya yang sedang tertidur pulas

49. Mendonorkan darah kepada seorang anak yang kekurangan darah

50. Mendonorkan tubuh ketika sudah meninggal dunia

51. Menarik tangan seseorang yang kita cintai dan menggenggamnya erat-erat

(tambahkan lagi 49 hal…)

Keberuntungan

1. Selamat dari banjir

2. Selamat dari perang

3. Selamat dari gempa bumi

4. Selamat dari tsunami

5. Selamat dari tanah longsor

6. Selamat dari kebakaran

7. Selamat dari kecelakaan pesawat

8. Selamat dari kecelakaan mobil

9. Selamat dari kecelakaan kereta api

10. Selamat dari kerusuhan

11. Memiliki tubuh yang sehat

12. Memiliki tubuh yang normal

13. Memiliki senyum yang menarik

14. Memiliki wajah yang enak dilihat

15. Memiliki keluarga dan saudara

16. Memiliki sahabat dan teman yang bisa dipercaya

17. Memiliki pekerjaan

18. Memiliki pasangan hidup

19. Memiliki rumah dan tempat tinggal

20. Memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan makan dan pakaian

21. Bisa sekolah

22. Bisa membaca

23. Bisa menulis

24. Bisa berhitung

25. Bisa berbicara

26. Bisa melihat

27. Bisa mendengar

28. Bisa berjalan

29. Bisa berdiri

30. Bisa berlari

31. Selamat dari kejaran anjing galak

32. Selamat dari rencana pencopetan atau perampokan di kereta

33. Selamat dari kecelakaan mobil beruntun di jalan tol

34. Selamat sampai di rumah setiap harinya

35. Selamat dalam perjalanan menuju sekolah

36. Selamat dalam perjalanan petualangan ke gunung

37. Selamat dari ledakan bom teroris

38. Selamat dan aman setelah mengendarai mobil

39. Selamat dan sehat setelah memasang lampu di atas langit-langit yang tinggi

40. Selamat dari peluru nyasar di jalanan

41. Lolos ujian masuk sekolah

42. Naik kelas

43. Nilai rapor bagus dan tidak ada merah

44. Lolos seleksi ekstrakurikuler paduan suara yang super ketat

45. Lolos seleksi sebagai kandidat ketua organisasi

46. Sukses menyelenggarakan pesta reuni akbar

47. Lolos ujian masuk perguruan tinggi

48. Lolos seleksi lomba pemilihan penyanyi terbaik

49. Lolos seleksi masuk perusahaan bergengsi yang diminati ribuan orang

50. Lulus sebagai sarjana dan wisuda

51. Bertemu dengan orang yang tidak disangka-sangka ketika sedang kebingungan

52. Mendapatkan bantuan dan saran untuk mengatasi masalah yang membingungkan

53. Ketika ada yang memberikan makanan ketika kita sedang lapar

54. Ketika ada air teh manis dingin di saat kita baru saja kepanasan dan kehausan

55. Ketika ada penghangat ruangan setelah baru saja kedinginan di suhu minus

56. Ketika ada yang mau memijat pundak kita yang sedang pegal sekali

57. Ketika ada yang mau memberikan tumpangan di malam yang larut

58. Ketika ada sahabat yang mau menemani kita pergi ke tempat yang asing

59. Ketika ada dokter yang cocok yang bisa menyembuhkan penyakit aneh kita

60. Ketika ada obat yang bisa menghilangkan pusing kepala, migren, atau vertigo

61. Ketika ada yang memberikan dukungan di saat kita sedang patah semangat

62. Ketika ada yang memberitahukan lowongan pekerjaan di saat kita menganggur

63. Ketika perusahaan memberikan bonus dadakan kepada karyawannya

64. Ketika bertemu dengan teman lama yang sangat kita rindukan

65. Ketika orang terdekat kita sembuh dari penyakit parah

66. Ketika kita masih sempat menemani seseorang yang menghembuskan nafas terakhirnya

67. Ketika kita bisa melihat orang terdekat kita mampu bangkit kembali dan tersenyum

68. Ketika tersadar dari mimpi buruk : mimpi meninggal atau mimpi dikejar-kejar

69. Ketika kita bisa berada di dekat orang yang kita sayangi

70. Ketika kita bisa berdamai dengan orang yang pernah menyakiti kita

71. Ketika permohonan maaf kita diterima oleh orang yang pernah kita sakiti

72. Ketika kita bisa melihat bintang jatuh atau meteor yang jarang muncul

73. Ketika kita masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain

74. Ketika ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah hidup kita

75. Ketika kita mendapatkan tambahan uang di saat kita membutuhkannya

76. Ketika ada orang yang memberikan jaket kepada kita yang basah kuyup kehujanan

77. Ketika kita bisa membantu dua orang teman kita berbaikan setelah lama bermusuhan

78. Ketika kita selamat dari bencana kelaparan

79. Kita masih memiliki seseorang yang menyayangi dan mempedulikan kita

80. Ketika hujan deras selama tiga hari reda juga dan berganti dengan cerahnya langit

81. Ketika kita ingat kalau kita sedang memasak air dan sebentar lagi mendidih

82. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang 5 menit lalu baru kita pikirkan

83. Ketika ada seseorang yang menyadari dan menanyakan ”kenapa kamu terlihat sedih?”

84. Ketika ada orang yang mengatakan betapa sayangnya dia pada kita

85. Ketika ada kesempatan untuk menyatakan rasa sayang kepada orang yang kita sayangi

86. Ketika kita bisa bertemu dan berjabat tangan dengan idola kita

87. Ketika kita tersenyum bahagia melihat anak balita yang sedang belajar merangkak

88. Ketika kita bisa ikut bahagia ketika sahabat kita baru saja mendapatkan keberuntungan

89. Ketika kita menyadari betapa beruntungnya bisa hidup di dunia ini

90. Ketika kita masih bisa tertawa lepas tanpa dibuat-buat

91. Ketika kita masih bisa mencurahkan kesedihan dengan air mata dan tangisan

92. Ketika ada orang baik yang membantu kita mengganti ban mobil yang kempes

93. Ketika ada orang tak dikenal melindungi kita dari mara bahaya

94. Ketika kita sempat meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti

95. Ketika orang tua kita tersenyum melihat kita menjadi anak yang baik

96. Ketika melihat ada nama kita di papan pengumuman kelulusan ujian akhir sekolah

97. Ketika kaki kita kembali sembuh setelah mengalami patah tulang

98. Ketika kita mampu melampiaskan dan mengendalikan rasa marah dengan cara yang baik

99. Ketika kita memiliki harapan dan keyakinan akan ada kehidupan yang damai di dunia ini

100. Ketika kita bisa menuliskan sebanyak-banyaknya hal yang kita syukuri dalam hidup ini

Perjalanan Hidup

1. Lahir ke dunia dengan normal

2. Bernafas

3. Menangis

4. Tertidur nyenyak

5. Merangkak

6. Tengkurup

7. Terjatuh

8. Belajar berdiri

9. Belajar bicara

10. Tersenyum

11. Digendong mama

12. Minum air susu ibu

13. Menangis lalu dipeluk

14. Dimandikan

15. Dilindungi

16. Belajar jongkok

17. Berlari

18. Melompat

19. Belajar menulis

20. Belajar membaca

21. Belajar menggambar

22. Belajar menggunting

23. Belajar berenang

24. Belajar menari balet

25. Belajar naik sepeda

26. Belajar piano

27. Belajar menghitung

28. Belajar Matematika

29. Bermain dengan teman-teman sekolah

30. Main jungkat jangkit

31. Main perosotan

32. Tidur siang setelah pulang sekolah

33. Dibacakan dongeng sebelum tidur

34. Dicium sebelum tidur

35. Dirawat ketika sakit

36. Dipeluk ketika ketakutan dan menangis

37. Digandeng supaya tidak lepas dan pisah

38. Dibelai sayang

39. Pertama kali masuk TK

40. Pertama kali masuk SD

41. Pertama kali masuk SMP

42. Pertama kali masuk SMA

43. Pertama kali masuk universitas

44. Pertama kali pacaran

45. Pertama kali jatuh cinta

46. Pertama kali patah hati

47. Pertama kali putus pacaran

48. Pertama kali bertengkar dengan teman

49. Pertama kali dimusuhi teman

50. Pertama kali berdamai dengan musuh

51. Pertama kali ke luar kota dengan teman sekolah

52. Pertama kali sembuh dari sakit cacar

53. Pertama kali menjadi juara kelas

54. Pertama kali mendapatkan piala penghargaan juara kelas

55. Pertama kali menang lomba cerdas cermat di sekolah

56. Pertama kali menjadi ketua kelas

57. Pertama kali menjadi ketua panitia

58. Pertama kali menjadi pengurus osis

59. Pertama kali belajar mengendarai mobil

60. Pertama kali naik pesawat terbang

61. Pertama kali naik kereta api

62. Pertama kali naik kapal laut

63. Pertama kali naik sepeda

64. Pertama kali dibonceng motor

65. Pertama kali naik roller coaster

66. Pertama kali naik bombom car

67. Pertama kali naik gunung dan kemping

68. Pertama kali naik truk tronton ke gunung

69. Pertama kali melihat api unggun di malam keakraban kemping

70. Pertama kali mandi di sungai dekat air terjun

71. Pertama kali berlari di pinggir pantai pasir

72. Pertama kali melihat matahari terbit

73. Pertama kali melihat matahari terbenam

74. Pertama kali berendam di air hangat ciater

75. Pertama kali naik spiral kolam renang Ancol

76. Pertama kali masuk rumah hantu di dunia fantasi

77. Pertama kali ke bandara udara

78. Pertama kali berpetualang sendirian

79. Pertama kali pentas menari di panggung

80. Pertama kali bertemu dengan Nicholas Saputra dan foto berdua

81. Pertama kali menjadi wartawan majalah

82. Pertama kali menjadi sekretaris kantor

83. Pertama kali menjadi sales marketing

84. Pertama kali menjadi guru untuk anak-anak

85. Pertama kali menulis untuk majalah kampus

86. Pertama kali begadang untuk mengurus acara kampus

87. Pertama kali tidur di tenda kemping

88. Pertama kali jurit malam di hutan dekat gunung

89. Pertama kali memasak bersama untuk makan di kemping

90. Pertama kali gigi ompong

91. Pertama kali gigi susu lepas

92. Pertama kali menstruasi

93. Pertama kali pubertas

94. Pertama kali difacial jerawat

95. Pertama kali dipijat dan creambath

96. Pertama kali mewarnai rambut dengan warna kuning

97. Pertama kali tinggal jauh dari keluarga

98. Pertama kali main drama di depan orang banyak

99. Pertama kali menjadi pembicara dan pembawa acara

100. Pertama kali lulus ujian sarjana

to be continued

Selamat Bulan Juni 2007

June 1st, 2007 by maeya

http://maeya.blogspot.com

Hari Pertama Bulan Juni tahun 2007 - Night.

01. Terbangun dengan keceriaan, kemarin malam bermimpi bertemu seseorang yang selama ini ternyata menjadi sumber kecemasan. Di pagi hari, terbangun dengan rasa syukur "Untung cuma mimpi"

02. Berkumpul merayakan Waisak 2551. Ramai. Suara genta mendebarkan hati. Air sempat menetes dari mata ini. How lucky I am. Kenapa sering mengeluh padahal sudah mendapatkan berkah sedemikian riuh.

03. 30 menit untuk Perjalanan. Seringkali terdengar "…kamu mustinya…begini…" atau "Kamu mustinya begitu…." Dan bibirku hanya menutup rapat-rapat. Tahan-tahan, jangan terpancing. Syukurlah, aku menang. Aku berhasil memenangkan pergulatan emosi dan pikiranku sendiri. Kujawab dengan tenang "…Udah deh, capek, kebanyakan aturan! Alamiah saja" Rahasia sukses Einstein adalah dia sering melanggar aturan.

04. Dapat celana korduroy yang chick banget. Puas. senang. Kesenangan sesaat. Ecstasy tidak bertahan lama, begitu juga halnya kesenangan ketika mendapatkan apa yang kita inginkan.

05. Pulang ke rumah. Menikmati sisa-sisa angin siang hari menjelang sore, dengan baju Bali yang nyaman, berebah di atas kasur. Weleh. Senangnya Hidup ini.

06. Sinetron Olivia RCTI … Raffi Ahmad pemeran utama sinetron ini. Pertama kali bertemu di ITC Mangga Dua, dag dig dug, abg norak ini ternyata sudah dewasa, sudah berjanggut dan berkumis. Cara berjalannya macho, senyumannya keren, tatapan matanya dalam,dengan karakter yang berbeda dengan tatapan Nicholas Saputra, tentunya.

07. Target baru di bulan baru ini. Sudah ada di sebelah meja pribadi di kamar. Lagi suka banget nih kumpulin gambar interior rumah minimalis yang warna putih dan bernuansa bungalow.

08. Untuk selalu ingat : ada 3 harta dalam hidup ini yaitu harta benda, harta jiwa, dan harta badan. Dan ada 3 hal yang akan selalu menentukan kebahagiaan dan nasib kita, yaitu mulut, hati, dan badan.

09. Apa kabar teman-teman tercintaku : mulai dari Ricci, Psiko UI, Trans TV. Kabarku kini baik-baik aja, lagi sibuk menulis, mengejar impian dan ambisi, apakah itu, lihat saja nanti yah, suatu hari di sebuah gedung berkarpet merah dan ramai sekali, penuh. :)

10. Terakhir dan ini menjadi misi penting untuk bulan ini : "Lakukanlah Sesuatu Dengan Kesungguhan Hati, Tidak Perlu Cemas atau Risau"

Selamat Bulan Juni 2007

June 1st, 2007 by maeya

http://maeya.blogspot.com

Hari Pertama Bulan Juni tahun 2007 - Night.

01. Terbangun dengan keceriaan, kemarin malam bermimpi bertemu seseorang yang selama ini ternyata menjadi sumber kecemasan. Di pagi hari, terbangun dengan rasa syukur "Untung cuma mimpi"

02. Berkumpul merayakan Waisak 2551. Ramai. Suara genta mendebarkan hati. Air sempat menetes dari mata ini. How lucky I am. Kenapa sering mengeluh padahal sudah mendapatkan berkah sedemikian riuh.

03. 30 menit untuk Perjalanan. Seringkali terdengar "…kamu mustinya…begini…" atau "Kamu mustinya begitu…." Dan bibirku hanya menutup rapat-rapat. Tahan-tahan, jangan terpancing. Syukurlah, aku menang. Aku berhasil memenangkan pergulatan emosi dan pikiranku sendiri. Kujawab dengan tenang "…Udah deh, capek, kebanyakan aturan! Alamiah saja" Rahasia sukses Einstein adalah dia sering melanggar aturan.

04. Dapat celana korduroy yang chick banget. Puas. senang. Kesenangan sesaat. Ecstasy tidak bertahan lama, begitu juga halnya kesenangan ketika mendapatkan apa yang kita inginkan.

05. Pulang ke rumah. Menikmati sisa-sisa angin siang hari menjelang sore, dengan baju Bali yang nyaman, berebah di atas kasur. Weleh. Senangnya Hidup ini.

06. Sinetron Olivia RCTI … Raffi Ahmad pemeran utama sinetron ini. Pertama kali bertemu di ITC Mangga Dua, dag dig dug, abg norak ini ternyata sudah dewasa, sudah berjanggut dan berkumis. Cara berjalannya macho, senyumannya keren, tatapan matanya dalam,dengan karakter yang berbeda dengan tatapan Nicholas Saputra, tentunya.

07. Target baru di bulan baru ini. Sudah ada di sebelah meja pribadi di kamar. Lagi suka banget nih kumpulin gambar interior rumah minimalis yang warna putih dan bernuansa bungalow.

08. Untuk selalu ingat : ada 3 harta dalam hidup ini yaitu harta benda, harta jiwa, dan harta badan. Dan ada 3 hal yang akan selalu menentukan kebahagiaan dan nasib kita, yaitu mulut, hati, dan badan.

09. Apa kabar teman-teman tercintaku : mulai dari Ricci, Psiko UI, Trans TV. Kabarku kini baik-baik aja, lagi sibuk menulis, mengejar impian dan ambisi, apakah itu, lihat saja nanti yah, suatu hari di sebuah gedung berkarpet merah dan ramai sekali, penuh. :)

10. Terakhir dan ini menjadi misi penting untuk bulan ini : "Lakukanlah Sesuatu Dengan Kesungguhan Hati, Tidak Perlu Cemas atau Risau"